Tampilkan postingan dengan label musik kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik kita. Tampilkan semua postingan

Ramones


Jins belel, jaket kulit warna hitam, dan rambut poni. Musik minimalis: cukup tiga chord; tanpa solo gitar. Sekali gebrak, "one, two, three, four": lagu mengisi panggung. Dalam waktu tak lebih dari 30 menit, Ramones menyuguhkan tak kurang dari 20 lagu. Siapa menyangka kisah empat anak muda pengusung rock n` roll yang enerjik—belakangan disebut pelopor Punk Rock--ini mampu mempengaruhi perjalanan banyak grup musik sepanjang masa. Termasuk, grup-grup besar di zaman sekarang, seperti Metallica, Red Hot Chilli Peppers, Greenday, dan Offsfrings. Bahkan, empat kelompok musik yang disebut terakhir ini ikut ambil bagian dalam proyek Tribute to Ramones, sebuah album yang dipersembahkan buat mengenang The Ramones dan bertajuk "We`re a Happy Family"--diambil dari sebuah judul lagu Ramones. "We`re a Happy Family" dirilis Februari 2003.


Jeffrey Hymann alias Joey Ramone (vokalis Ramones, 19 Mei 1951-15 April 2001) mungkin tak akan pernah menyangka tatkala menyaksikan musik yang diusungnya dulu, kelak menjadi sebuah genre tersendiri yang identik dengan sebuah subkultur: punk rock. Padahal, saat itu, keempat pemuda di Ramones (Joey, Johnny, Dee Dee, dan Marky), cuma kepingin main musik yang mereka klaim sebagai "lain dari yang lain". Seperti dikatakan Joey Ramone pada 1974, "Kami tak mendapat apa-apa dalam musik saat ini. Kami bosan menjadi Led Zeppelin atau The Stones (Rolling Stones)". Dan, Ramones pun memainkan musik yang mereka inginkan; yang serba minimalis hingga seorang pengamat musik di AS menilai, musik Ramones sangat tak beradab dengan vokal yang konyol, lirik pendek yang diulang-ulang, serta suara gitar yang meraung-raung persis suara gergaji mesin.
Namun begitu, buat menjadi sebuah pionir dalam genre punk rock, Ramones tak serta merta menjadi "Ramones".
Joey Ramone bocah New York asli yang lahir dan tumbuh menjadi pria jangkung di kawasan Forest Hills, New York, Amerika Serikat. Dalam sebuah wawancara dalam film dokumenter "Lifestyle Ramones", ibu Joey menyebut Jeffrey kecil—nama asli Joey—sebagai bocah penurut dan sangat lucu. Tommy Erdelyi (Tommy Ramone) dikenal sebagai penggemar berat The Beatles yang lahir di Budapest, 29 Januari 1952 dan besar di Queens, New York. John Cummings (Johnny Ramone) lahir 8 Oktober 1951 sedangkan Douglas Colvin (Dee Dee Ramone) lahir 18 September 1952 di Fort Lee, Virginia, dan sempat tinggal di Berlin, Jerman
Keempat anak muda ini bertemu pertama kali saat masuk Forest Hills High School pada September 1966. Musik menyatukan mereka dan akhirnya sepakat membentuk sebuah band bernama The Ramones. Nama ini dipinjam dari Paul Ramon, nama samaran Paul McCartney, pemetik bass The Beatles, saat dia solo. Saat itu, Jeffrey ingin namanya diganti menjadi sesuatu yang lain dan terkesan keren (cool) atau bahasa anak sekarang "gue banget". Mereka pun sepakat memakai nama panggilan. Jeffrey menjadi Joey, Douglas menjadi Dee Dee, dan John menjadi Johnny. Cuma Tommy yang tetap Tommy. Semua memakai nama Ramone di belakang nama panggilan masing-masing. Pada formasi awal, Joey di posisi drum, Johnny main gitar, Dee Dee sebagai vokalis, dan seorang bernama Ritchie Ramone yang diminta untuk bermain bass. Namun Ritchie tak bertahan lama lantaran harus masuk rumah sakit jiwa. Dee Dee menggantikan posisi Ritchie dengan bermain bass. Saat itu, Tommy menjadi manajer Ramones. Lagu pertama yang ditulis Joey cs adalah "I Don’t Wanna be Loved" yang segera mengawali trend lagu-lagu Ramones yang banyak berawal dengan kata "I Wanna.." atau "I Don`t Wanna.." Semisal "I Wanna Be Sedated" atau "I Don`t Want To Live This Life" dan "I Don`t Wanna Grow Up". Ramones unjuk gigi pertama kali di Performance Studio di East 23rd Street , NY, 30 Maret 1974 yang disaksikan 30 orang. Pada Juli 1974, Tommy mengambil posisi drum sehingga Joey bisa konsentrasi pada vocal. Ramones mulai menyita perhatian publik saat mereka tampil di Max’s Kansa City dan CBGB (Country Bluegrass and Blues)—sebuah klub yang setelah Ramones pentas di sana dinobatkan sebagai klub musik underground pertama di AS. Ramones main di CBGB pada 16-17 Agustus 1974 sebagai grup pembuka Blondie. Sejak itu pula punk rock merajalela di New York. Penampilan Ramones dinanti-nanti para punkers (sebutan untuk anak punk).
Konser besar pertama Ramones berlangsung Juni 1975 saat mereka sepanggung bersama Johnny Winter di Palace Theatre di Waterbury. Dan atas usaha Bizarre yang pernah mengorbitkan Iggy Pop dan Television, album pertama Ramones keluar pada April 1976 lewat label Seymour Stein’s Sire. Album pertama Ramones yang juga bertitel Ramones diselesaikan dengan waktu kurang dari dua pekan dengan biaya cuma $ 6.400. Sebuah era baru dimulai. "Heyho Let`s Go", lirik dalam "Blizkrieg Bop&", salah satu lagu di album pertama Ramones menjadi yel-yel para punkers hingga kini Begitu juga "Gabba Gabba Hey". Marky Ramone masuk menggantikan Tommy sebagai penggebuk drum. Lirik lagu-lagu Ramones banyak menceritakan situasi sosial saat itu, seperti 53rd and 3rd atau tentang kenakalan remaja, semisal "Rock N` Roll High School" atau "Sheena Is A Punk Rocker". Dalam History of Punk Rock ditulis bahwa banyak band-band sebelum Ramones, seperti Iggy and The Stooges, MC5, Richard Hell dan The Voidoids menampilkan beberapa aspek dari punk, tetapi tak ada band yang mengkombinasikan semua unsur dalam punk hingga Ramones menyatukannya tahun 1975. Ramones memang mengisi setiap lagu dengan sedikit nada yang ditimpali frase pendek yang diulang-ulang, gitar yang berisik dengan melodi yang nyaris tidak ada dan berkutat pada three magic chord. Durasi setiap lagu rata-rata cuma dua menit. Banyak yang suka, tapi tak sedikit pula yang geleng-geleng kepala. Bahkan, saat itu tak ada satu pun major labels yang mau menerbitkan lagu-lagu Ramones. Danny Field dari A&M Record mengaku merasa jijik dan segera pergi meski baru mendengarkan setengah dari lagu Ramones. Dia mengaku sama sekali tidak tertarik dengan musik punk dan menyebutnya sebagai sebuah onggokan besar omong kosong yang tak seorang pun ingin mendekat. Ramones tak kecil hati. Lagu-lagu mereka tetap dinanti. Konser-konser mereka juga selalu padat, meski hanya digelar dalam sebuah klub malam. Bahkan, dalam sebuah penampilan di Jerman pada 1976, para anak muda setempat nekat berdiri di setiap celah yang kosong di antara empat bangku plus satu meja yang memang disediakan panitia untuk para penonton Ramones. Pada 4 Juli 1976, Ramones menggebrak public London, Inggris, yang juga ditonton personel Sex Pistols, The Clash, The Damned, Generatiion X, serta Siouxsie and the Banshees. Merekalah cikal bakal punk di Inggris yang meledak setahun kemudian. Bahkan, musik Sex Pistols disebut banyak pengamat musik sebagai lebih tidak beradab dan lebih kasar daripada Ramones. Konser di London’s Roundhouse itu pula yang menjadi salah satu aksi Ramones dengan jumlah penonton sepulub kali lipat dari yang seharusnya ada di tempat itu. Single kedua Ramones yang berjudul "I Wanna Be Your Boyfriend" diterbitkan pada Oktober 1976 disusul album kedua yang bertajuk "Ramones Leave Home". Album selanjutnya keluar nyaris dengan beda waktu sekitar setahun, yaitu "Rocket to Russia", "Road to Ruin", "It`s Alive", "End of The Century", "Pleasent Dream", "Subterranean Jungle", "Too Tough to Die", "Animal Boy", "Halfway to Sanity", serta "Ramones Mania". Hits demi hits diciptakan Ramones mengiringi album demi album yang terbit, seperti "Sheena Is A Punk Rocker", "Cretin` Hop", "Pinhead", "Now I Wanna Sniff Some Glue", "Do You Remember Rock `n Roll Radio?", "53rd and 3rd", "Rockaway Beach", dan "Psychoterapy".Ramones terus menancapkan pengaruh di jagat musik rock. James Hetfield dan Lars Ulrich, masing-masing guitar-vokal dan penggebuk drum Metallica mengakuinya. Metallica tak akan pernah ada seandainya Hetfield dan Ulrich tak menonton aksi Ramones pada pertengahan 1980-an. Saat itu, Hetfield terkesima dengan ulah Joey Cs yang tak henti-henti bernyanyi dengan jeda antara lagu demi lagu yang nyaris tidak ada—hanya diselingi komando Dee Dee yang berteriak "One, two, three, four". Hetfield pun mengutarakan niatnya ingin membentuk sebuah grup rock yang enerjik seperti Ramones. Alih-alih kayak Ramones, justru Metallica tetap dengan gaya sendiri yang mereka sebut heavy metal.
Penggemar Ramones memang bukan cuma musisi. Penulis novel misteri Stephen Kings juga menjadi salah satu fans Joey Cs. Bahkan, Kings dikabarkan menyumbangkan tulisan khusus untuk Ramones di album "Tribute to Ramones". Salah satu karya Kings yang difilmkan juga pernah diisi soundtrack lagu Ramones yang berjudul "Pet Semetary".
Album selanjutnya yang dikeluarkan Ramones, berturut-turut adalah "Brain Drain", "All The Stuff and More" (1 dan 2), "Loco Live", "Mondo Bizarro", "Acid Eaters", dan "Adios Amigos". Dee Dee sudah tak bersama Ramones saat "Mondo Bizarro" dikerjakan. Dia digantikan C.J. Ramone. Dee Dee keluar karena ingin menjadi penyanyi rap dengan nama Dee Dee King. Dee Dee lalu membentuk sebuah grup bernama Chinese Dragon dan sempat menelurkan album sendiri. Adios Amigos menjadi album terakhir Ramones yang diklaim Joey Cs sekaligus sebagai album perpisahan. Setelah itu, Ramones membubarkan diri pada 1996. Joey solo dan sempat mengeluarkan album berjudul "Don’t Worry About Me". Majalah musik, Spin, belum lama ini merilis daftar 50 grup musik terbesar. Dan Ramones menduduki posisi kedua, setelah The Beatles di posisi pertama dan sebelum Led Zeppelin yang berada di tempat ketiga. Pilihan Spin memang masih bisa diperdebatkan. Namun, menurut para redakturmya, urutan 50 grup musik terbesar itu dibuat didasarkan bahwa “Kelompok-kelompok tersebut harus memiliki lagu yang berada di puncak tangga lagu-lagu, aura yang mengubah sejarah, gaya rambut, serta mempengaruhi musik saat ini”. Ramones tak bisa disangsikan, menurut redaktur Spin, memang mampu memenuhi kualifikasi tersebut. Lagu-lagu Ramones kerap masuk tangga lagu di AS dan Inggris. Bahkan, Ramones dinobatkan sebagai grup punk pertama yang menorehkan sejumlah lagu hitsnya di tangga lagu top dunia. Di antara lagu yang tenar adalah "Sheena Is A Punk Rocker". Pada 15 April 2001 jam 14.20 waktu AS, Joey Ramone meninggal dunia di Rumah Sakit Presbyterian New York setelah berjuang keras melawan kanker limpa. Publik rock, khususnya punk berduka. Malamnya, di tengah konser U2 di Rose Garden, Portland, Oregon, vokalis U2, Bono, berbicara sejenak kepada para penonton. Dia mengatakan betapa Joey dan The Ramones telah mengubah U2 dan hidupnya sendiri melalui pesan-pesan dalam lagu Ramones yang kerap membuat jantungnya berdegup. "Saya katakan, `Saya ingin berbicara dengan kalian tentang Joey Ramone..., dan seluruh penonton berdiri bergemuruh," kata Bono sambil mengingat betapa terpananya dia waktu itu. Kepada penonton di Oregon, dia juga menceritakan bagaimana Ramones membuat Bono Cs membentuk sebuah band. Setelah itu, Bono menyanyikan karya emas Joey, "I Remember You" dari album Ramones, "Leave Home" (1977). "Yang mengejutkan adalah penonton menyanyikan lagu itu dengan seksama. Kemudian saya katakan bahwa Joey meninggal hari itu," kata Bono, seperti dikutip dari Majalah Rollingstone yang menanyakannya perihal Ramones. Di CBGB, penggemar Ramones berkumpul dan menyalakan lilin untuk Joey serta menaruh karangan bunga di depan klub para punkers itu.
Dee Dee Ramone juga meninggal dunia di rumahnya di Los Angeles, California, AS, 5 Juni 2002, saat dia berusia 49. Hasil otopsi Los Angeles County Coroner`s Office menyebutkan, Dee Dee tewas karena overdosis obat-obatan terlarang. Ramones memang meninggalkan cukup kesan di hati banyak orang dengan musik dua menitnya. Wajar kiranya Metallica, U2, Eddie Vedder, bahkan Stephen Kings merelakan waktunya untuk menggarap sebuah album yang dipersembahkan buat Ramones. Majalah Rollingstone dalam edisi April 2004 juga memasukkan Ramones sebagai satu dari 50 grup abadi sepanjang masa. Sebelumnya, pada Maret 2002, Ramones diabadikan dalam Rock n Roll Hall of Fame. Seperti dikatakan Deryck Whibley, personel SUM-41 kepada Majalah Spin, "Kepandaian Ramones adalah mereka mampu mengatakan sesuatu hanya dalam waktu dua menit."

Sepultura


Dari awal mereka rendah hati di Belo Horizonte, Brazil, Sepultura pergi untuk menjadi yang paling berhasil Brazilian heavy metal band dalam sejarah. Lebih dari sepuluh tahun, band tumbuh dari kekuatan ke kekuatan, transformasi itu sendiri dari logam primitif kematian ansambel menjadi salah satu yang kreatif trendsetters dari scene musik internasional agresif. Sayangnya, krisis internal yang pahit hampir

Dari awal mereka rendah hati di Belo Horizonte, Brazil, Sepultura pergi untuk menjadi yang paling berhasil Brazilian heavy metal band dalam sejarah. Lebih dari sepuluh tahun, band tumbuh dari kekuatan ke kekuatan, transformasi itu sendiri dari logam primitif kematian ansambel menjadi salah satu yang kreatif trendsetters dari scene musik internasional agresif. Sayangnya, krisis internal yang pahit hampir hancur band, Sepultura dan berjuang memulihkan mereka sebelumnya momentum. Hailing dari Brazil ketiga-kota, Belo Horizonte, Sepultura (yang artinya kuburan dalam bahasa Portugis) telah dibentuk di pertengahan’80s - suatu waktu ketika negara itu telah mulai muncul dari 20 tahun kediktatoran militer. Max Cavalera (vocals / guitar), Igor Cavalera (drum), Paulo Jr (bas), dan Jairo T. (lead guitar) sudah sulit menemukan waktu bahkan rock & roll album dan terutama “sosial tidak dapat diterima” genre seperti logam berat dan punk. Mereka adalah awal pengaruh Iron Maiden, Metallica, dan Slayer (literally pertama tiga catatan dibeli oleh Max pada kunjungan ke “kota besar” São Paulo), tetapi band progressed segera menuju kematian logam suara, yang terinspirasi oleh band-band baru seperti kesurupan dan maut. Kendaraan mereka dan penentuan (mereka bernyanyi dalam bahasa Inggris dari satu hari) lebih dari yang dibuat untuk mereka geografis terisolasi dan kurang pengalaman, dan meskipun semua itu hanya di teens dan mereka masih belajar cara mereka memainkan instrumen, band underground cepat berkembang menjadi contenders. Setelah arahan yang menangani independen Cogumelo Records, Sepultura tercatat empat lagu untuk split LP dengan sesama Brazilians overdose. Sekarang reissued dalam CD dan dinamai dengan lagu pertama, 1985 dari pengrusakan binatang itu sendiri dihasilkan dan direkam hanya dalam dua hari - dan ia menunjukkan. Direkam dengan sedikit waktu dan uang pada bulan Agustus 1986, pertama mereka panjang album, abnormal Visions, menunjukkan sedikit perbaikan, tetapi yang pertama mereka tekan, “Troops of Doom,” yang menarik perhatian beberapa media dan yakin band untuk relokasi ke Bahia (Brazil dari kota keuangan dan modal) untuk karir mereka selanjutnya. Mereka juga diganti dengan gitaris Jairo T. Bahia asli Andreas kisser, kemampuan musik yang lebih besar akan membantu mengambil seluruh band ke tingkat berikutnya. Pada tahun 1987, Sepultura teknis proficiency akhirnya tertangkap dengan visi kreatif mereka, dan mereka kedua panjang untuk album Cogumelo, skizofrenia, ditampilkan evolusi yang luar biasa dalam hal jumlah produksi dan kinerja. Hal ini juga menjadi penting sensasi kecil di Eropa dan Amerika, menggambar perhatian Roadrunner Records, yang segera merilis album di seluruh dunia dan band untuk sebuah kontrak jangka panjang. Tidak lagi tertahan di perbatasan Brazil, band mengatur tentang menyusun 1989 dari bawah tetap, yang pertama dari empat album yang akan memadatkan Sepultura mungkin sebagai posisi yang paling penting heavy metal band of the’90s. Direkam di Rio de Janeiro di bawah bimbingan dari produsen terkemuka Deat Metal Scott Burns, bawah tetap merupakan segera kritis dan sukses komersial, dan band dari performance ganas yang berlaku di Eropa (yang melihat mereka secara sistematis penghembusan headlining Jerman thrashers Sodom off stepSepultura lebih cemented reputasi. Band-nya juga film pertama video, untuk satu “Inner Self”, dan selesai pada tahun wisata dengan menunjukkan set berjaya di tanah air. Setelah mendapatkan manajemen baru dan relocating to Phoenix, AZ, Sepultura dimasukkan Tampa’s Morrisound Studio dengan produser Burns untuk merekam 1991 sangat Bangunlah acclaimed album. Pertama tunggal “Dead embrionic Cells” menjadi hit yg lain, dan judul lagu akan mendapatkan perhatian lebih jika video dilarang oleh MTV Amerika karena apocalyptic perbandingan agama. Dunia wisata yang diikuti ditinggikan album platinum penjualan di seluruh dunia (angka yang jarang dicapai oleh band-band seperti extreme nature), dan aneh yang berliku-liku, ditemukan singer Max Cavalera menikahi band manager Bujnowski Gloria, yang telah berusia hampir dua kali-Nya. Itulah band yang sukses dengan label, Roadrunner, memperoleh co-distribusi berurusan dengan Epic Records untuk rekaman berikutnya, 1993’s Chaos AD. Dengan memasukkan isu sosial (terutama yang berkaitan dengan Indonesia) dalam lirik mereka, serta menampilkan beberapa mereka punk dan hardcore pengaruh untuk pertama kalinya, album yang lain di seluruh dunia berkat smash single seperti “Territory” dan “refuse/ Resist”. Wisata setelah selama lebih dari satu tahun, anggota Sepultura mengambil yang baik-deserved break sebelum mulai bekerja pada mereka yang paling ambisius namun album, 1996’s Akar. Pengenalan asli Brasil ketuk dan gaya musik mereka ke bawah merek dagang-tuned guitars dan semakin mengakibatkan sociopolitical tema yang sangat unik yang dapat merekam loosely digambarkan sebagai logam berat dunia musik. Akar ditandai Sepultura kreatif puncak, dan band dari terus menimbulkan pernah-lebih terkenal nampaknya terjamin hingga keluarga tragedi menyalakan rangkaian acara yang akan bubar band. Just jam sebelum mengambil stage di Inggris Monsters of Rock festival band menemukan bahwa remaja putra manajer (dan singer Maks isteri) Gloria telah tewas dalam kecelakaan mobil. J shocked Sepultura mengambil tahap sebagai trio saat Max dan Gloria boarded pertama pesawat kembali ke Amerika. Hanya beberapa bulan kemudian, band menghadapi Max severing tentang hubungan dengan Gloria dan menemukan manajemen baru. Masih recovering from the trauma dari kematian dalam keluarga luas, Max ini dilihat sebagai sebuah pengkhianatan besar dan kiri band di tengah banyak darah dan acrimony buruk. Sebagai pemimpin band kreatif, banyak diharapkan untuk keberangkatan itu spell akhir Sepultura, tetapi band ini mengumumkan bahwa mereka akan segera melaksanakan dan mulai mencari pengganti. Setelah lama mencari, Sepultura direkrut Cleveland asli Derrick Green sebagai singer dan baru mulai untuk peletakan track 1998 dari Terhadap. Walaupun tetap banyak intensitas dan keragaman para pendahulu (termasuk kolaborasi dengan Jepang Kodo ansambel ketuk di lagu “Kamaitachi”), album yang unik spark kekurangan yang bercirikan band sebelumnya dari bekerja. Hal ini juga dijual hanya separuh karena banyak salinan sebagai Cavalera album pertama dengan band baru, Soulfly, menunjukkan dengan jelas siapa fan loyalitas tetap. Berani, Sepultura kembali di awal tahun 2001 dengan Bangsa. Album diikuti dalam jejak para pendahulu, walaupun lebih baik dan ulasan yang lebih berpengalaman di Lingkungan vocals. Dalam rangka untuk mencapai nya perlahan malu fan base, grup dirilis salah satu tinggal terakhir menunjukkan dengan Max, Under a Pale Grey Sky, pada musim gugur 2002. Sebuah EP yang meliputi, Revolusongs, tiba pada tahun 2003, diikuti dengan panjang Roorback. Tinggal di Sao Paulo tiba di tahun 2005

Kurt Cobain


10 Tahun Nirvana Sejarah dan Legenda yang Masih Berkibar Menembus Langit.Tanggal 5 April, sepuluh tahun lalu. Kurt Cobain, vokalis kelompok musik Nirvana ditemukan meninggal di kamar atas rumah kakaknya di Seattle. Cobain memutuskan wafat dengan menembak diri, mengakhiri hidup yang penuh depresi. Seperti juga para legenda rock pendahulunya. Sebut saja nama seperti Jim Morrison, Janis Joplin, Jimi Hendrix, Bon Scott dan masih banyak lagi yang lain.

Sebenarnya hidup vokalis ini tidak terlalu susah-susah amat. Banyak orang yang mencintainya apa adanya. Namun, kepopuleran yang mendadak sepertinya membuat depresi. Hingga akhirnya ia memutuskan memilih narkoba sebagai jalan keluar. Tapi apa lacur, bukan ketenangan yang diraih, ketakutan-ketakutan terhadap banyak hal malah makin menambah depresi hidupnya. Ketergantungan pada narkoba dan berbagai masalah yang tak bisa dihadapi itulah yang akhirnya mengantarkannya menarik pelatuk pistol untuk mengakhiri hidup.
Cobain lahir di Aberdeen, Washington, pada tanggal 20 Februari 1967. Karena orang tuanya memutuskan berpisah, memaksa ia harus tinggal bersama kakaknya di Seatlle. Kehidupan di Seatlle tampaknya yang banyak menginspirasikan lagu-lagu karyanya. Seperti lagu ”Something in the Way”, ternyata diciptakannya saat ia memutuskan tak pulang dan menggelandang di kolong-kolong jembatan kota itu.
Cobain pertama kali bertemu Krist Novoselic pada tahun 1985. Bersama Krist, mereka memutuskan membuat grup musik. Hingga album Bleach dirilis, kelompok mereka masih beranggota empat orang, belum termasuk Dave Grohl. Baru pada saat mereka merilis Nevermind, Grohl bergabung sebagai dramer. Formasi ini kemudian yang menjadi formasi terbaik selama keberadaan Nirvana.
Dengan debut lagu ”Smell Like Teen Spirit”, mereka kemudian mengguncang dunia. Melahirkan genre musik baru, yang disebut-sebut sebagai alternatif, yang mengandalkan gerung kasar gitar elektronik dan harmonisasi manis melodi. Pilihan ini pun menjadi pujaan pada saat itu. Ditambah dengan ulah urakan Kurt Cobain, gema band ini makin menjadi-jadi.
Februari 1992, Cobain akhirnya mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi vokalis kelompok musik Hole, Courtney love. Dari pernikahan ini, mereka memiliki seorang anak yang kemudian dinamai Frances Bean Cobain. Nama ”Bean” sebenarnya atas permintaan Kurt. Karena ia pernah melihat anaknya seperti kacang, pada saat terapi USG dilakukan Courtney love.
Hingga tahun-tahun setelah penikahan, kehidupan Cobain menjadi makin tak menentu. Meskipun tetap melahirkan album-album yang laris manis di pasaran. Namun, tetap saja depresi yang diterimanya tak dapat ia tolak. Musim Semi 1993, album ketiga mereka berjudul In Utero dirilis. Namun harum penjualan album ini malah makin membuat parah depresi yang diterima Kurt. Pemakaian narkoba yang berlebihan membuatnya merasakan overdosis beberapa kali selama tahun tersebut.
Sesaat sebelum kematiannya, Kurt sempat membuat sebuah penampilan manis di panggung MTV Unplugged. Penampilannya yang terakhir inilah yang kemudian dijadikan album terakhirnya, berjudul Nirvana MTV Unplugged in NewYork.
Hingga kini beberapa karya miliknya tetap beredar di pasaran musik dunia. Bahkan gitar kesayangan miliknya, terakhir terjual hingga US$117 juta. Rupanya anak brandal ini belum berkurang juga sinarnya. Salah satu kabar terakhir yang diterima menyatakan bahwa pihak perusahaan Warner Bros–pun tampaknya berminat untuk membuat film tentang diri pemuda tersebut. Film yang didasari buku biografi Nirvana Heavier Than Heaven karangan Charles Gross, akan dimulai pada tahun ini juga.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com